Jalan di alun-alun Tulungagung yang biasanya ramai saat jam kerja, menjadi sepi dan Lengang / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Jalan di alun-alun Tulungagung yang biasanya ramai saat jam kerja, menjadi sepi dan Lengang / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Menempati urutan kedua di Jawa Timur dengan kasus corona terbesar membuat warga Tulungagung, Rabu (25/03) mengurangi aktivitas di luar rumah. Selain antisipasi resiko penularan, sejumlah tempat wisata dan juga ruang publik ditutup sementara dan dipasang pemberitahuan untuk masyarakat.

Aarus lalu lintas di jalan utama dan jalan alternatif atau gang-gang di Tulungagung termasuk alun-alun terpantau lengang. Padahal, biasanya sangat ramai.

Kepala Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Tulungagung, Galih Nuswantoro mengapresiasi kesadaran masyarakat dalam memahami situasi yang terjadi. Menurut Galih, untuk sementara waktu warga diminta tetap tinggal dirumah dan membatasi aktivitas di luar agar penularan covid-19 dapat kendalikan.

"Kita telah memberikan pemahaman pada masyarakat, pelaku usaha dan juga perkantoran untuk mematuhi upaya pemerintah. Himbauan ini kita sampaikan di tiap tempat, warung kopi, pertokoan dan juga di desa-desa agar sementara waktu menjaga kesehatan diri masing-masing sampai benar-benar situasi normal," ujar Galih.

Dengan sepinya jalan dan toko serta tempat hiburan dan ruang publik, Galih menilai sudah ada kesadaran yang tumbuh dari diri sendiri dan memahami pentingnya pencegahan pada virus yang kini sedang merebak itu.

"Kita terus menerus sosialisasi, bagi tempat-tempat umum agar menyiapkan hand sanitizer dan toko yang menyediakan Sembako tetap buka melayani kebutuhan masyarakat," terangnya.

Seperti diketahui, untuk wilayah dengan jumlah kasus terbanyak di Jawa Timur setelah kota Surabaya dengan 223 kasus, kabupaten Tulungagung di urutan kedua dengan 222 kasus corona per Selasa (24/03) kemarin. 

Sepinya warga berlalu lalang itu pun berdampak pada perekonomian warga sekitar. Seperti halnya yang dirasakan penjual pakan burung, Mak Nah. "Saya jualan dari pagi sepi, padahal biasanya rejeki saya dari sini," kata Nah, 70 kepada wartawan. 

Setiap hari, Nah mangkal di alun-alun untuk menjual jagung buat pakan burung merpati dan sentrat ikan yang dibungkus plastik kecil. Pakan itu biasanya diberikan pengunjung ke ikan-ikan yang berada di kolam tengah alun-alun Tulungagung.