Petugas gabungan saat mengevakuasi material banjir bandang (Foto : PMI Kabupaten Malang for MalangTIMES)
Petugas gabungan saat mengevakuasi material banjir bandang (Foto : PMI Kabupaten Malang for MalangTIMES)

Intensitas hujan deras menyebabkan musibah banjir bandang di wilayah Dusun Bulurejo, Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jumat (24/1/2020) sore. Sedikitnya ada 6 unit sepeda motor yang melintas di jembatan penghubung antara Desa Petungsewu menuju Desa Tegalwaru, dikabarkan terseret akibat diterjang banjir bandang tersebut.

”Akibat banjir yang disertai material lumpur ini, menyebabkan dua orang mengalami luka ringan. Petugas gabungan masih ada di lapangan untuk melakukan assesment,” kata Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, Mudji Utomo.

Dua orang yang mengalami luka ringan tersebut, lanjut Utomo, diketahui merupakan dari sebagian pengendara sepeda motor yang terseret banjir bandang. Dari informasi di lapangan, kedua korban yang sempat terseret banjir tersebut saat ini sudah dievakuasi ke puskesmas setempat. Sedangkan ke-6 motor berbagai merk yang terseret banjir juga sudah berhasil ditemukan dan diketahui pemiliknya.

”Tidak ada korban jiwa atas peristiwa ini, hanya korban luka-luka dan kerugian materil saja. Petugas masih melakukan pendataan terkait kerugian yang disebabkan karena musibah banjir ini,” sambung Utomo kepada MalangTIMES.com.

Diperoleh keterangan, sesaat sebelum banjir bandang melanda. Tepatnya sekitar pukul 15.00 WIB, hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah Kecamatan Dau. Sekitar 1,5 jam kemudian, sungai loh yang ada di Desa Petungsewu meluap.

”Dari informasinya, luapan banjir bandang tersebut berasal dari hulu lereng gunung kawi. Akibatnya aliran sungai mengalami sedimentasi setinggi 1,5 meter dan berakibat pada musibah banjir,” terang Utomo.

Tidak hanya air sungai bercampur lumpur, banjir juga membawa beragam material bebatuan serta batang pohon yang terseret banjir. ”Material banjir menutup jembatan penghubung antara dua desa (Desa Petungsewu menuju Desa Tegalwaru), masih proses pembersihan,” ucap Utomo.

Sementara itu, petugas gabungan dari PMI Kabupaten Malang dan Kota Batu, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang dan Kota Malang, Muspika Kecamatan Dau, Tim SAR, PSC Kota Malang, serta dibantu beberapa warga dikerahkan untuk membersihkan sisa material banjir bandang yang terjadi di lokasi kejadian.

”Alat berat juga diterjunkan ke lokasi banjir untuk mengevakuasi material yang menutup akses jalan penghubung,” tutup Utomo.