Henry Pradipta Anwar (4 dari kiri) bersama petinggi parpol dan petinggi serta tokoh PKB Kota Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Henry Pradipta Anwar (4 dari kiri) bersama petinggi parpol dan petinggi serta tokoh PKB Kota Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Sekitar 2.000 orang simpatisan mengantar Henry Pradipta Anwar mengembalikan formulir pendaftaran Bakal Calon Wali Kota (Bacawali) Blitar ke Kantor DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Blitar di Jalan Serayu, Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Selasa (14/1/2020). 

Selain simpatisan, putra sulung Wali Kota Blitar Non Aktif Samanhudi Anwar itu juga diantar para petinggi parpol dari Partai Demokrat, Golkar dan PKS.

"Hari ini saya mendaftar dengan diantar 2.000 an orang. Ini membuktikan Saya memang benar- benar siap maju Pilkada Kota Blitar.  Meneruskan program APBD pro rakyat jilid tiga sekaligus membesarkan NU. Karena Kota Blitar terkenal sebagai kota yang nasionalis religius," ungkap Henry kepada awak media usai menyerahkan formulir pendaftaran di Kantor DPC PKB Kota Blitar.

Lebih lanjut Henry mengaku telah mendapat izin dari PDIP untuk daftar melalui partai lain.

Sebelumnya Henry yang merupakan kader PDIP itu juga telah mengikuti penjaringan Bacawali di internal PDI Perjuangan.

Setelah menyerahkan berkas formulir pendaftaran Bacawali ke Kantor DPC PKB, Henry dan simpatisan bergerak ke Kantor DPC PPP Kota Blitar. 

Di kantorparpol berlambang ka’bah itu Henry juga menyerahkan berkas formulir pendaftaran.

"Kalau dari PDIP rekom belum turun.  Untuk membagun Kota Blitar itu kita harus merangkul semua elemen termasuk partai politik. Seperti Pak Jokowi juga maju bersama partai koalisi. Karena membangun lebih enak kalau bersama-sama," tandas mantan Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar.

Daftar ke PKB dan PPP tidak satu paket lagi dengan Santoso, seperti saat dirinya daftar di PDIP, Henry menyerahkan sepenuhnya pasangan pencalonanya kepada petinggi parpol apabila nanti mendapat rekom dari PKB maupun PPP.

“Untuk di PKB ini dan PPP, daftarnya perseorangan. Kalau di PDIP kemarin saya dan Pak Santoso berpasangan, kalau disini (PKB) aturanya perseorangan,” tegasnya.

Untuk diketahui PKB menjadi partai dengan perolehan kursi terbanyak setelah PDIP di DPRD Kota Blitar. PKB mengantongi empat kursi. 

PKB hanya butuh tambahan satu kursi dari partai koalisi untuk mengusung calon Walikota dan Wakil Walikota Blitar.

Hingga saat ini pun, PKB menjadi parpol paling laris manis dibandingkan partai lain yang membuka pendaftaran Bacawali Kota Blitar.

Tercatat Setidaknya ada delapan orang yang mengambil formulir di DPC PKB Kota Blitar dan mengembalikannya diwaktu yang hampir bersamaan yakni pada dua hari akhir masa pendaftaran pada 13-14 Januari 2020.

"Yang mengambil formulir ada delapan orang. Mereka diantaranya Galih Saksono, seorang konsultan BUMN, Henry Pradipta Anwar, tokoh NU Kota Blitar Mukhtar Lubi atau Gus Lubi, Toni seorang pengusaha dan Thofan Herinoto, seorang anggota polisi aktif. Kemudian dari kader ada Pak Totok Sugiarto," terang Ketua DPC PKB Kota Blitat Yasin Hermanto.(*)