Samsul Arifin (tengah baju orange) saat ditunjukkan ke media oleh Kapolres Jember (foto : Moh. Ali Makrus / JatimTIMES)
Samsul Arifin (tengah baju orange) saat ditunjukkan ke media oleh Kapolres Jember (foto : Moh. Ali Makrus / JatimTIMES)

Niat hati ingin memiliki senapan angin jenis Mars Gun, Samsul Arifin (SA) bersama tiga temannya berangkat dari Kalibaru menuju Silo, untuk membeli senapan dari Mashuda warga Garahan Silo Jember, sayangnya kecerobohan Samsul Arifin, membuat satu temannya M Irfan (25) harus meregang nyawa setelah tertembak peluru timah ukuran 4,5 mm dari senapan yang dipegang Samsul Arifin.

“Ini murni kelalaian dari SA, karena menyangkut nyawa orang, SA harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan kami jerat dengan pasal 359 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara,” ujar Kapolres Jember AKBP. Alfian Nurrizal SH. M.Hum Selasa (14/1/2020).

Selain menahan Samsul Arifin warga Dusun Malangsari Desa Kebunrejo Kalibaru Banyuwangi, pihak kepolisian juga melakukan pengembangan penyelidikan terhadap Mashudah selaku pemilik sekaligus penjual dari senapan angin jenis Mars Gun tersebut.

“Kami juga melakukan pengembangan dan pemeriksaan terhadap Mashuda yang menjual senapan tersebut, sebab dari lokasi kejadian, kami juga mendapati dua senapan lainnya, apakah saudara Mashuda ini memiliki izin kepemilikan apa tidak,” beber Kapolres.

Kronologi tertembaknya M. Irfan, menurut Kapolres saat SA itu ingin membeli senapan dari Mashuda untuk berburu, ketika senapan jenis Mars Gun dipegang, oleh Mashuda sudah diingatkan agar tidak dipegang karena sudah dipompa dan berisi peluru.

“Saat itu saudara Mashuda sudah mengingatkan kepada SA, agar menaruh senapan yang dipegangnya, nah saat hendak menaruh senapan, jemari SA secara tidak sengaja menarik triger atau pelatuk senjata, dan mengenai kelopak mata bagian kanan MI, MI sendiri akhirnya tewas di Puskesmas Silo.