Wali Kota Malang Sutiaji (jaket coklat) saat memeriksa kondisi kebocoran pipa Perumda Tugu Tirta Kota Malang di lokasi semalam (Senin, 13/1) (Foto: Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji (jaket coklat) saat memeriksa kondisi kebocoran pipa Perumda Tugu Tirta Kota Malang di lokasi semalam (Senin, 13/1) (Foto: Humas Pemkot Malang)

Beberapa hari terakhir ini, layanan air bersih PDAM Kota Malang atau Perumdam Tugu Tirta mengalami gangguan akibat saluran pipa yang mengalami kebocoran. Hal itu menyebabkan pasokan layanan air bersih ke pelanggan tidak bisa berjalan dengan maksimal, bahkan terhenti.

Kejadian itu dikeluhkan para pelanggan yang terdampak di Kota Malang, lantaran tidak bisa mendapatkan pasokan air dengan baik. 

Seolah susul-menyusul, kebocoran kembali terjadi di titik lain. Senin (13/1/2020) malam, kebocoran pipa Perumdam Tugu Tirta Kota Malang kembali terjadi di kawasan Desa Pulungdowo, Tumpang Kabupaten Malang. Bahkan, bocornya pipa membuat wilayah tersebut seperti tengah banjir, lantaran air mengalir dengan sangat deras di jalanan.

Video derasnya air akibat kebocoran pipa tersebut sempat ramai di sosial media, karena mengganggu warga. Hingga ramai dengan tagar #kotamalangtimurdaruratair #pdamkotamalangdzalim. Beberapa warga juga terdampak sulitnya mendapatkan layanan air bersih.

Melihat kejadian tersebut, Wali Kota Malang Sutiaji langsung turun ke lokasi kejadian untuk memastikan kondisi kebocoran pipa di wilayah tersebut hingga pukul 22.45 Senin malam (13/1). Bahkan, ia ikut turun ke area dalam lubang pipa saat perbaikan berlangsung.

Ia menjelaskan, kebocoran pipa yang terjadi saat ini murni permasalahan teknis yang hingga kini terus dicarikan solusinya. Pihaknya meminta Perumdam Tugu Tirta Kota Malang untuk mengajukan bantuan pada Kementerian PU.

"Saya melihat secara langsung di lokasi sampai pukul 22.45, ini murni masalah teknis dan sudah direkayasa berkali-kali tapi belum ketemu solusi. Maka kami sudah minta ke Perumdam Tugu Tirta untuk mengajukan lagi ke Kementerian PU dan Balai untuk mendapatkan bantuan," ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, pria yang akrab disapa Aji ini memohon maaf kepada pelanggan yang terdampak. Pasokan bantuan air juga akan dioperasikan dengan menyediakan 20 mobil tangki. 

"Tentu kami mohon maaf kepada semua pelanggan, kami sudah merespon cepat dan minta segara dioperasikan bantuan air ke warga. InsyaAllah akan kita operasikan 20 mobil tangki," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Muhlas menyatakan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan akibat gangguan layanan tersebut. Upaya untuk menghindari kebocoran atau kerusakan lebih parah juga telah dilakukan dengan mengambil langkah teknis menurunkan aliran debit air.

Sayangnya, hal itu berdampak pada beberapa titik di kawasan timur Kota Malang. Saat normalisasi air, pompa tidak mampu dan malah menyebabkan kebocoran yang besar hingga luapan air memenuhi area jalan.

"Kami sudah diingatkan oleh Pimpinan (Wali Kota Malang Sutiaji). Kami mohon maaf setulus tulusnya kepada segenap pelanggan terdampak. Langkah teknisnya sudah kita upayakan dengan menurunkan aliran debit air, dan itu berdampak kepada beberapa titik pelanggan (kawasan timur Kota Malang). Saat upaya untuk menormalisasi pasokan air (senin sore), pompa tak mampu sehingga terjadilah kebocoran hingga luapan air memenuhi jalan dan lokasi sekitar," jelasnya.