Bupati Malang HM Sanusi beserta rombongan saat melakukan peninjauan di salah satu embung yang ada di Kecamatan Poncokusumo (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi beserta rombongan saat melakukan peninjauan di salah satu embung yang ada di Kecamatan Poncokusumo (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Hampir seharian berkeliling ke wilayah Kecamatan Poncokusumo, Bupati Malang HM Sanusi, mengaku sangat mengapresiasi perkembangan yang ada di wilayah tersebut. Terutama di sektor akses jalan penghubung antar Dusun dan Desa.

”Kalau akses jalannya sudah bagus, mungkin yang perlu ditingkatkan lagi adalah di sektor peternakan dan pertanian,” kata Sanusi saat ditemui awak media disela agenda Gema (Gerakan Membangun) Desa, Senin (2/11/2019) sore.

Di sektor pertanian, Bupati yang akrab disapa Abah Sanusi ini, mengaku sudah menyiapkan beberapa embung di wilayah Kecamatan Poncokusumo. Nantinya embung akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Terutama untuk mengairi sawah dan ladang pertanian warga.

”Ada dua wilayah yang mengalami kekurangan pasokan air, yaitu di Desa Jambesari dan Desa Sumberejo. Di dua daerah itu sudah disediakan embung, tinggal nanti dipasang pipa untuk mengalirkan ke sawah-sawah. Anggarannya sudah disiapkan di tahun 2020 mendatang,” terang Sanusi.

Bergeser ke sektor peternakan, Sanusi mengaku masih perlu adanya sosialisasi lebih lanjut kepada masyarakat terkait sektor tersebut. Sebab, meski di Kecamatan Poncokusumo banyak yang bertenak sapi, namun intensitas produksi susu masih perlu beberapa upaya agar yang dihasilkan bisa melimpah.

”Tadi sudah ada salah satu peternak yang memiliki sekitar 20 an sapi perah. Sistimnya dilepas, jadi tidak diikat atau dikandangkan,” sambung Sanusi kepada MalangTIMES.com.

Menurutnya, model berternak sapi yang dilepas ke alam bebas tersebut. Mampu meningkatkan kuantitas produktivitas air susu sapi. ”Dengan cara tersebut, perhari satu peternak bisa menghasilkan sekitar 20 liter susu. Kualitasnya juga bagus, tinggal disosialisasikan untuk diterapkan kepada peternak lain yang ada di Malang. Terutama di Kecamatan Poncokusumo,” ujar Sanusi.

Sebagai tambahan, Dalam acara Gema Desa yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini, seluruh rombongan menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan di hampir 8 titik.

Mulai dari penyambutan di Balai Desa Jambesari, peninjauan pasar murah, penyuluhan benih ikan, peninjauan peternakan sapi, peninjauan akses jalan, pemantauan pelayanan administrasi kependudukan, peninjauan embung, menyambangi lokasi bedah rumah, hingga mengunjungi kampung KB (Keluarga Berencana) didatangi secara bergantian oleh Bupati Malang beserta rombongan.

Akses jalan yang masih cor, membuat rombongan yang mengikuti Bupati Malang harus mengendarai sepeda motor jenis tril guna melewati medan yang sukit ditempuh tersebut. Selain itu, lokasi Gema Desa yang melalui jalur pintas, membuat rombongan sempat kualahan ketika melewati jalan terjal dan berdebu.