Ratusan siswa SD (Sekolah Dasar) yang ada di wilayah Kecamatan Poncokusumo saat menyambut dengan antusias kedatangan Bupati Malang HM Sanusi (baju coklat) (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Ratusan siswa SD (Sekolah Dasar) yang ada di wilayah Kecamatan Poncokusumo saat menyambut dengan antusias kedatangan Bupati Malang HM Sanusi (baju coklat) (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Guyuran hujan gerimis tidak menghalangi Bupati Malang, HM Sanusi beserta rombongan untuk menyapa ribuan warga yang ada di Kecamatan Poncokusumo, Senin (2/11/2019).

Turun dari mobil, Bupati langsung menghampiri ratusan pelajar SD (Sekolah Dasar) yang ada di beberapa sekolahan di Kecamatan Poncokusumo tersebut.

”Iya, pinter. Sekolah yang rajin ya biar kelak bisa jadi orang sukses,” celetuk Bupati Malang, HM Sanusi, sembari berjabat tangan dengan ratusan pelajar SD, yang sudah dari pagi membawa bendera untuk menyambut rombongan agenda Gema (Gerakan Membangun) Desa, Senin (2/11/2019).

Dalam acara yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini, seluruh rombongan menyempatkan diri untuk melakukan peninjauan di hampir 8 titik. Mulai dari penyambutan di Balai Desa Jambesari, peninjauan pasar murah, penyuluhan benih ikan, peninjauan peternakan sapi, peninjauan akses jalan, pemantauan pelayanan administrasi kependudukan, peninjauan embung. Kemudian menyambangi lokasi bedah rumah, hingga mengunjungi kampung KB (Keluarga Berencana) didatangi secara bergantian oleh Bupati Malang beserta rombongan.

”Terakhir kali saya ke sini (Kecamatan Poncokusumo) pada tahun 2000 lalu. Ketika itu akses jalannya masih susah dilalui, masih lumpur. Tapi saat ini, akses jalannya sudah memadahi. Tinggal beberapa saja yang perlu dibenahi,” kata Sanusi saat memberikan sambutan di Sekretariat Kampung KB yang berlokasi di Dusun Wonosari, Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo.

Merasa infrastruktur jalan dianggap sudah memadai, pria yang akrab disapa Abah Sanusi ini menawarkan kepada warga yang mengikuti acara Gema Desa, terkait kebutuhan apa yang ingin dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten Malang.

”Laptop paak,” teriak warga. Sebagian juga mengusulkan yang lain. ”Mesin penggilingan pupuk kompos pak,” teriak warga bergantian.

Mendengar permintaan tersebut, Sanusi langsung berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, untuk merealisasikan permintaan warga. Salah satunya dengan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, Tomie Herawanto.

”Bisa, tahun depan akan kita cairkan dana untuk memenuhi permintaan warga. Laptop untuk mengolah data penduduk, dan mesin untuk menggiling pupuk kompos,” ucap Sanusi usai beberapa saat rembukan bersama beberapa pejabat OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kabupaten Malang.

Menurut salah satu kader PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) ini, untuk pengadaan laptop akan dianggarkan sekitar Rp 50 juta untuk 5 laptop bagi anggota Sekertariat Kampung KB di Dusun Wonosari.

Sedangkan untuk kebutuhan di bidang penggilingan pupuk kompos. Sanusi mengaku akan menganggarkan mesin seharga Rp 40 juta per unit. ”Untuk kebutuhannya berapa unit nanti segera dibuatkan pengajuan melalui kecamatan, dananya ada. Nanti kita anggarkan di tahun 2020 mendatang,” tutup Sanusi.