Warga bersama dengan TNI dan Polri saat membongkar SDN Jamintoro 3 di Desa Jambesari Sumberbaru Jember (foto : istimewa / Jatim TIMES)
Warga bersama dengan TNI dan Polri saat membongkar SDN Jamintoro 3 di Desa Jambesari Sumberbaru Jember (foto : istimewa / Jatim TIMES)

SD Negeri Jamintoro 3 di Dusun Tempuran Desa Jambesari Sumberbaru Jember, Senin (2/11/2019) akhirnya dibongkar. Hal ini untuk menghindari adanya korban jiwa, mengingat kondisi bangunan sekolah tersebut yang sudah rapuh dimakan usia.

“Ada sekitar 100 warga yang terlibat dengan menurunkan genteng dan membongkar kayu-kayunya, karena kondisi yang sangat mengkhawatirkan, untuk sementara siswa belajar di tenda bantuan dari bapak Kapolres dan beberapa rumah warga yang ada di sekitar sekolah,” ujar Kapolsek Sumberbaru AKP. Subagio SH dengan didampingi Camat Sumberbaru Dedy Winarno dan Danramil Kapten. Inf. Asno.

Sebelumnya Dimyati Kepala Sekolah SDN Jamintoro 3 mengatakan, bahwa bangunan SD yang dipimpinnya sudah lama tidak mengalami perbaikan. “Sudah 24  tahun tidak mendapat perhatian, wajar kalau kondisi bangunan sudah rapuh,” ujar Dimyati.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Jember Drs. Edy B Susilo saat dikonfirmasi media ini melalui pesan whatsaapp, mengenai langkah yang akan dilakukan pihak Diknas terkait kondisi bangunan masih belum memberikan respon.

Namun seminggu sebelumnya, Bupati Jember saat melakukan sosialisasi kepada jajaran kepala sekolah se Kabupaten Jember, kepada sejumlah wartawan mengatakan, bahwa ada ribuan ruang kelas SD dan SMP yang akan dilakukan pembangunan pada tahun ini, termasuk sekolah yang mengalami rusak berat.

Dalam penjelasannya, Bupati mengatakan kalau rehabilitasi yang dilakukan oleh pemerintah menyasar sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Baik negeri maupun swasta. Upaya memperbaiki infrastruktur di sekolahan itu dilakukan setelah pemerintah menerima proposal pengajuan rehabilitasi.

“Sekolah yang sebelumnya mengajukan proposal kepada bupati untuk perbaikan ruang kelas rusak berat dan untuk pengadaan laboratorium, juga perpustakaan,” ujar bupati..

Semua proposal yang masuk pendopo, masih terang bupati, akan diproses untuk dapat direalisasikan. Sementara yang baru masuk bakal disusulkan. “Sekolah di Jember, baik negeri maupun swasta, berhak mendapatkan kesempatan yang sama karena ini untuk menunjang program pendidikan gratis di Kabupaten Jember,” pungkasnya. (*)