Ka BNNK Tulungagung, AKBP Sudirman dan Kapolsek Kedungwaru l, AKP Tri Nuartiko menunjukan barang bukti penangkapan bandar dan kurir sabu di kantor BNNK Tulungagung (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Ka BNNK Tulungagung, AKBP Sudirman dan Kapolsek Kedungwaru l, AKP Tri Nuartiko menunjukan barang bukti penangkapan bandar dan kurir sabu di kantor BNNK Tulungagung (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung meminta kepada Lapas Tulungagung untuk memperketat penjagaan dan pengamanan terutama dengan memasang CCTV di sekitar Lapas.

Hal itu dilakukan lantaran banyaknya narkoba yang masuk ke lapas melalui lemparan dari luar Lapas, terutama dari sisi utara dan timur Lapas.

Hal itu dipertegas dengan temuan BNN Kabupaten Tulungagung, saat melakukan pemeriksaan terhadap penghuni Lapas. Hasilnya,  7 warga binaan Lapas Tulungagung positif menggunakan narkoba jenis sabu.

"Kita sudah sarankan pada Kalapas untuk memasang CCTV," ujar Kepala BNNK Tulungagung, AKBP Sudirman beberapa waktu lalu.

Sementara itu Kalapas Tulungagung melalui Kelapa KPLP nya, Manap membenarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh BNNK Tulungagung.

Untuk rekomendasi dari BNNK Tulungagung agar memasang CCTV, Manap menyambut baik usulan itu, meskipun usulan itu belum dilakukan. Dirinya berdalih saat ini Kalapas masih berada di luar kota sehingga belum disampaikan.

"Kalapas masih sibuk, namun sudah kita sampaikan kepada seluruh Kasi," Terang Manap, Senin (2/12/19).

Manap melanjutkan, tujuan dari pemasangan CCTV ini untuk mengetahui orang yang melakukan pelemparan barang haram tersebut kedalam Lapas.

Dirinya tidak menampik kemungkinan ada kerjasama antara warga binaan dan pelaku pelemparan dari luar itu. "Mungkin bisa kerjasama dengan warga binaan Lapas Tulungagung," lanjut Manap.

Saat ini sudah 12 titik lokasi Lapas yang sudah dipasang CCTV. Jika ada rencana pemasangan CCTV baru, nantinya akan ditempatkan dibagian depan Lapas, sisi timur,  selatan dan utara. "Kurang lebih kurangnya sekitar 12 titik," kata Manap.

Untuk bulan november kemarin tidak ada pelemparan, namun pada bulan Oktober ada beberapa pelemparan termasuk dobel L dan sabu. "Sabunya sekitar 4 gram dan sudah kita laporkan ke Satreskoba," pungkas Manab.