Proses pemungutan suara saat Pilkades di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang. (Istimewa)
Proses pemungutan suara saat Pilkades di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang. (Istimewa)

JOMBANGTIMES - Seorang Calon Kepala Desa (Cakades) Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang berencana mengajukan gugatan ke Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait proses Pilkades di desanya. Gugatan yang akan dilakukan ini karena adanya dugaan kecurangan pada proses demokrasi di tingkat desa tersebut.

Gugatan itu akan dilakukan oleh Mahfudz, seorang Cakades dengan nomor urut 2 di Pilkades Rejoagung. Ia menilai ada kecurangan dalam pemanfaatan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Pilkades pada 4 November 2019 lalu.

Diterangkan Mahfudz, ada sekitar 80 daftar pemilih yang pada hari pencoblosan itu tidak bisa hadir ke tempat pemungutan suara. Namun, puluhan pemilih tersebut diketahui menggunakan hak pilihnya. Diketahui, total DPT di Desa Rejoagung ini mencapai 6.246 pemilih.

"Ada orang-orang yang sedang bekerja di luar jawa, ada yang di luar negeri juga, orang yang sudah meninggal. Itu hak pilihnya dipergunakan saat pencoblosan," terangnya saat diwawancarai wartawan, Senin (2/12) siang.

Dugaan kecurangan dengan memanfaatkan daftar pemilih yang tidak hadir ini, kata Mahfudz, dilakukan saat proses pemungutan suara. Mahfudz juga mengaku telah menelusuri puluhan daftar pemilih yang diduga telah dimanfaatkan oleh orang lain tersebut. 

"Saya sudah ngecek ke keluarga pemilih tersebut. Ternyat memang mereka tidak ada di rumah," kata Mahfudz.

Dari hasil penelusuran itu, ia menyimpulkan memang ada indikasi kecurangan-kecurangan pada Pilkades di desanya itu. Saat ini, Mahfudz telah melaporkan temuan dugaan kecurangan itu ke Desk Kabupaten Jombang. Namun, usahanya tersebut belum mendapatkan respon.

"Kemarin sudah lapor ke Desk Kecamatan, terus ke Kabupaten tanggal 14 November. Ini barusan ke DPMD," ungkapnya.

Selain itu, Mahfudz juga berencana mengajukan gugatan ke PTUN terkait dugaan kecurangan di proses Pilkades di desanya itu. "Rencananya ini juga akan saya bawa ke PTUN," tandasnya.
Untuk diketahui, pelaksanaan Pilkades di Desa Rejoagung ini dilaksanakan pada 4 November 2019. Pilkades diikuti oleh 2 Calon Kepala Desa, yakni Ahmad Hasani dengan nomor urut 1 dan Mahfudz dengan nomor urut 2.

Hasil penghitungan suara, Ahmad Hasani memperoleh suara terbanyak dengan perolehan suara 2.794 dan Mahfudz memperoleh suara 2.239. Hasil penghitungan suara ini tertuang dalam Berita Acara Rapat Pleno Terbuka Penghitungan Suara yang ditandatangani oleh Ketua Panitia Pilkades Rejoagung, H Muslim dan Sekretaris Panitia, Eko Suprihono, beserta kedua Cakades.

Sementara, hingga berita ini ditulis pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang belum bisa dikonfirmasi.(*)