Perugas damkar saat berusaha memadamkan api di dalam pasar Ngunut (Foto : Joko Pramono/Jatum Times)

Perugas damkar saat berusaha memadamkan api di dalam pasar Ngunut (Foto : Joko Pramono/Jatum Times)


Editor

A Yahya


Api meluluhlantakan Pasar Ngunut di Kabupaten Tulungagung, Jum'at (8/11/19). Api diketahui pertama kali sekitar pukul 17.30 sore.

Titik api berasal dari bagian selatan pasar sebelah barat, di belakang toko emas. Salah satu saksi mata, Hartono ungkapkan api sudah besar saat pertama kali diketahui oleh warga. "Tadi api sudah besar," ujar Hartono.

Melihat api sudah membesar, warga menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Tak lama petugas datang, namun api sudah terlanjur membesar. Material di dalam pasar seperti plastik dan kain yang mudah terbakar membuat api cepat menyebar.

3 mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Tulungagung tak mampu melawan ganasnya si jago merah.

Akhirnya damkar Tulungagung meminta bantuan damkar dari kota/kabupaten tetangga, seperti dari Blitar, Kediri dan Trenggalek.

Sejumlah pedagang mencoba menyelamatkan daganganya dengan cara seadanya. Tumpukan barang itu di tumpuk di pinggir jalan sekitar pasar.

"Beberapa pedagang mencoba mencoba menyelamatkan dagangan yang bisa diselamatkan, sebagian cuma pasrah melihat daganganya dilalap api," ujar Hartono.

Sementara itu Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo saat berada di lokasi kejadian berjanji akan membuatkan kios sementara bagi para pedagang, sembari menunggu pembangunan pasar yang terbakar.

"Nanti kita buatkan kios sementara bagi pedagang di sepanjang jalan sekitar pasar," ujar Maryoto Birowo.

Selain itu mereka juga akan direkomendasikan untuk mendapatkan kemudahan saat mengajukan modal di perbankan.

Dari data yang dimiliki oleh Pemkab, ada sekitar 800 pedagang yang beraktivitas di pasar ini. pihaknya akan melakukan inventarisir pedagang, mengingat 70 persen bangunan pasar sudah rata dengan tanah.

Sementara itu untuk mengantisipasi aksi penjarahan, pihak kepolisian mengerahkan personelnya di sejumlah titik kumpul barang milik pedagang.

"Sudah kita kerahkan personel untuk menjaga barang milik pedagang," ujar Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia.

saat ditanya penyebab dan taksir kerugian akibat kebakaran ini, Kapolres belum bisa menjelaskanya. pihaknya masih menunggu perugas labfor dari Polda Jatim untuk melakukan olah TKP, jika api sudah padam. "Kita belum tahu, kita tunggu hasil oleh TKP dulu," pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, api masih menyala. Ada 7 mobil pemadam kebakaran dan 2 mobil suplai yang bersiaga di lokasi kebakaran.


End of content

No more pages to load