Wali Kota Malang Sutiaji (tengah), Kepala DPMPTSP Kota Malang, Erik Setyo Santoso (paling kanan) dalam pembukaan gelaran BOM. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Wali Kota Malang Sutiaji (tengah), Kepala DPMPTSP Kota Malang, Erik Setyo Santoso (paling kanan) dalam pembukaan gelaran BOM. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



Gelaran Bargaining on Mall (BOM) yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Malang menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Malang ingin hadir berdekatan dengan masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Malang Sutiaji saat membuka gelaran tersebut di Hall Malang City Point (MCP), Jumat sore (8/11/21019).

"Intinya sesungguhnya pemerintah ingin hadir dan berdekatan dengan masyarakat. Masyarakat kalau ngurus apa-apa justru kami yang harus datang. Bukan masyarakat yang harus datang dan dipersulit," katanya.

Hal ini disebabkan, dalam gelaran tersebut, DPMPTSP Kota Malang menggandeng perangkat-perangkat daerah guna memberikan layanan terbaiknya. Mulai dari BP2D dengan layanan pajaknya, Dispendukcapil yang menggelar layanan kartu identitas anak, juga Diskominfo sebagai penyediaan layanan-layanan. Tak lupa stakeholder dari Dinas Koperasi UKM yang menjadi salah satu pelaku usaha yang hadir di forum tersebut.

"Kepada ASN sudah saya sampaikan, ASN sekarang harus punya paradigma baru. Yang namanya ASN itu seperti perusahaan. Komisarisnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Yang punya saham adalah masyarakat," paparnya.

"Intinya adalah bagaimana pemilik saham ini puas," imbuhnya.

Hari ini, kata Sutiaji, adalah salah satu pembuktian untuk memuaskan pemilik saham atau masyarakat itu tadi.

"Pemilik saham merasa puas karena dilayani. Dan paradigma ini harus dibangun bersama-sama," tegasnya.

Di saat pemilik saham ini puas, kata Sutiaji, maka legitimasi dari pemerintahan atau institusi ini akan kuat.

"Ketika legitimasi kuat maka produk produknya, program-program yang dari dan untuk masyarakat semakin mendapat dukungan," timpalnya.

Dalam kesempatan tersebut Sutiaji juga menyampaikan, Pemkot akan mendirikan mall layanan publik untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

"Kita gilir (acara BOM tersebut). Sekarang di sini, nanti ada lagi di mana, akan kita gabung sambil menunggu mall layanan publik kita terbentuk," ungkapnya.

Kepada awak media Sutiaji menyampaikan, gelaran BOM menunjukkan keterbukaan dengan dunia usaha.

"Ini menunjukkan keterbukaan dengan dunia usaha. Mau transaksi, mau investasi, silakan. Harapan kami ini akan menjadi perangsang dan daya rangsang kepada teman-teman investor untuk berinvestasi di Kota Malang," katanya.

Dirinya pun memberikan apresiasi kepada DPMPTSP atas gelaran BOM tersebut.

"Tentu kami memberikan apresiasi kepada DPMPTSP. Ini terobosan baru menurut saya. Ke depan saya harap ini dipertahankan dan dikembangkan," pungkasnya.


End of content

No more pages to load