Suasana audiensi Komisi D DPRD Jombang dengan Disdikbud Jombang dan penyedia seragam. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Suasana audiensi Komisi D DPRD Jombang dengan Disdikbud Jombang dan penyedia seragam. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)


Pewarta

Adi Rosul

Editor

A Yahya


Komisi D DPRD Jombang mulai panggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang terkait seragam olah raga cingkrang. Pertemuan itu tidak membuahkan hasil kepastian kapan seragam cingkrang diperbaiki.

Pada pertemuan di ruang Komisi D DPRD Jombang, Jumat (8/11) sore, pihak Disdikbud Jombang juga mengajak sejumlah pemenang lelang seragam sekolah gratis milik Bupati Jombang itu.

Audiensi itu diawali dengan pemaparan dari Kepala Disdikbud Jombang, Agus Purnomo. Pada kesempatan itu ia menyampaikan, seragam yang dikembalikan oleh sejumlah lembaga sekolah SMP dan MTs telah mencapai angka 7. 000 potong dari 24.000.

Ia menyebut, seragam yang kekecilan tersebut kebanyakan dialami oleh bagian celana olahraga. "Dari lembaga SMP 5900 potong, sisanya dari MTs. Tapi 7.000 itu potongan, bukan setel. Kalau yang dibagikan memang 24.000 setel. Jadi ada yang celana saja, ada yang kaos atas saja, tapi lebih banyak celana memang," bebernya pada forum audiensi tersebut.

Dijelaskan Agus di forum itu, pada kontrak kerja tidak diatur untuk urusan ukuran seragam olahraga. Pada kontrak berbunyi hanya berupa ukuran S, M, L, XL hingga XXXL.

Pihak penyedia, lanjut Agus, menggunakan standar pakaian junkies atau pakaian press bodi sehingga dianggap kecil bagi banyak siswa penerima. Model tersebut sudah dianggap standar.

"Tidak ada ukuran berapa sentimeternya, yang jelas hanya ukuran itu saja yang dipakai. Modelnya memang press bodi, jadi memang bentuknya press dengan tubuh, sehingga kelihatan kecil. Ini yang kemudian dianggap tidak cocok sama pihak sekolah juga wali murid," ujarnya.

Pemaparan Agus tersebut, lantas ditanggapi langsung tegas oleh sejumlah anggota Komisi D DPRD Jombang. "Harusnya tidak bisa dibuat seenaknya begitu kalau standar, jangan dibuat aneh-aneh lah," ucap Subur anggota Komisi D dari Fraksi PKB itu.

Tanggapan tegas juga disampaikan oleh legislator dari PAN, Saikhu. Ia meminta pemenang lelang yang menghasilkan barang berkualitas buruk itu agar diblacklist. "Ini harus jadi catatan, kalau perlu bisa di blacklist yang seperti ini," tegasnya.

Sementara, Muksin selaku perwakilan penyedia belum bisa memberikan kepastian kapan seragam cingkrang itu bisa selesai diperbaiki. Ia hanya baru akan melaporkan hal tersebut ke perusahaannya.

"Yang jelas kami sanggup mengganti, atau memperbaiki yang kurang. Cuma sampai kapan kami tidak tahu pasti," pungkasnya.(*)

 


End of content

No more pages to load