Tersangka Hartatik digiring menuju ruang penyidik

Tersangka Hartatik digiring menuju ruang penyidik



Entah apa yang merasuki pikiran Hartatik, (50), warga Dusun Pancoran, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi. Perempuan ini tiba-tiba saja merampok tetangganya, Tohaya, (43).  Malangnya, dia tertangkap massa sesaat setelah beraksi.

Keterangan pihak Kepolisian, peristiwa ini terjadi pada Kamis (7/11/19) sekitar pukul 12.30 WIB.. Satu jam sebelum beraksi, Hartatik lebih dulu datang ke rumah korban yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya. Ketika itu, Hartatik berpura-pura akan meminjam sepeda motor korban.

"Korban menyanggupi karena memang motornya sedang tidak dipakai. Setelah itu tersangka pulang ke rumahnya," kata Kapolsek Rogojampi, Kompol Agung Setya Budi, Jumat (8/11/19).

Sekitar satu jam kemudian tersangka kembali datang ke rumah korban. Bukan untuk meminjam sepeda motor namun untuk merampok. Diapun mengenakan penutup wajah atau sebo sarung tangan dan jaket. Kebetulan korban saat itu sedang sendirian di rumahnya.

"Tersangka mencekik korban dan langsung ditarik kalungnya. Karena korban berteriak, sama tersangka mulutnya diremas sambil didorong ke bawah," jelas Agung.

Ketika itu, pelaku sudah berhasil menarik kalung korban. Namun hanya sebagian saja. Sebagian lainnya berada di tangan korban. Karena korban terus berteriak, pelaku akhirnya lari dan masuk ke salah satu kamar rumah korban. Kamar itu kemudian dikunci dari dalam.

"Selanjutnya warga menghubungi Babinsa dan berkoordinasi dengan Babinkamtibmas. Kemudian bersama warga mendatangi TKP dan kamar didobrak. Tersangka ditemukan di balik pintu dalam kondisi masih mengenakan sebo," jelasnya.

Untuk menghindari amuk massa, tersangka diamankan ke Polsek Rogojampi. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebuah sebo warna cokelat, sepasang sarung tangan warna abu-abu, sepasang kaos kaki warna krem, sebuah jaket warna biru, sebuah jaket Warna Hitam, dan dua potongan kalung emas milik korban.

"Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP Tentang Pencurian disertai dengan kekerasan. Ancaman hukumannya pidana penjara maksimal 7 tahun," pungkasnya.
 


End of content

No more pages to load